Business Strategy
CEO Mekari: Pertanyaannya Bukan Seberapa Cepat Bisnis Bisa Tumbuh, Tapi Pertumbuhan Sebesar Apa yang Sanggup Kamu Tangani

Ringkasan Artikel
- Suwandi Soh, Cofounder Mekari, mengajak pengusaha berhenti mengejar pertumbuhan cepat dan mulai bertanya: "Pertumbuhan sebesar apa yang sanggup saya tampung?"
- Banyak bisnis ambruk bukan karena gagal tumbuh, tapi karena tumbuh terlalu cepat tanpa kesiapan
- Jebakan "lebih cepat kalau saya kerjakan sendiri" justru bikin tim nggak berkembang dan bisnis mentok di kapasitas pemiliknya.
Jakarta, 17 Mei 2026 — Suwandi Soh, Cofounder Mekari, bicara di depan lebih dari 70 pengusaha dalam acara Sevenpreneur Business Blueprint Program (SBBP) Batch 8 powered by MIFX di AONE Hotel, Jakarta Pusat. Pesannya cukup mengejutkan: tidak semua pertumbuhan itu baik untuk bisnis kamu.
Bisnis dari Luar vs dari Dalam
Suwandi membuka sesi dengan menyentil hal yang relate banget sama audiens. Dari luar, dunia bisnis kelihatan keren, orang ngomongin peluang, visi besar, dan warisan untuk masa depan. Tapi kenyataan sehari-hari pemilik bisnis jauh lebih sederhana dan bikin pusing: klien telat bayar, karyawan terbaik mendadak resign, sampai rasa khawatir apakah bisnisnya bakal bertahan bulan depan.
"Itulah jurang antara persepsi dan kenyataan menjalankan bisnis. Kata 'pertumbuhan' itu sama, tapi pengalaman menjalaninya beda-beda," kata Suwandi.
Tumbuh Cepat Belum Tentu Bagus
Setelah lebih dari 10 tahun membangun Mekari dari nol sampai jadi salah satu perusahaan software bisnis terbesar di Indonesia, Suwandi punya pandangan yang menarik: banyak bisnis ambruk bukan karena gagal tumbuh, tapi justru karena tumbuh terlalu cepat tanpa kesiapan.
Setiap tahap pertumbuhan butuh cara mengelola yang berbeda. Bisnis kecil dijalankan dengan cara A, bisnis menengah butuh cara B, bisnis besar butuh cara C. Kalau cara mengelolanya nggak ikut berubah, bisnisnya bakal tumbang.
"Jadi pertanyaannya bukan 'seberapa cepat saya bisa tumbuh?', tapi 'pertumbuhan seperti apa yang sanggup saya tampung?'," jelasnya.
Pelajaran dari Perjalanan Mekari
Suwandi membagi perjalanan Mekari ke dalam tiga era, dan tiap era ngasih pelajaran yang berbeda:
Pertama, pentingnya punya visi yang terus diasah dari tahun ke tahun. Kedua, berani berubah pikiran kalau kenyataan berkata lain. Ketiga, berani melepaskan cara-cara lama, terutama sekarang ketika teknologi mengubah aturan main dengan sangat cepat.
"Pengusaha yang akan bertahan di dekade ini adalah mereka yang bisa melupakan cara lama lebih cepat daripada mempelajari hal baru," tegasnya.
Jebakan Klasik: "Lebih Cepat Kalau Saya Kerjakan Sendiri"
Bagian yang paling kena di hati audiens adalah peringatan Suwandi soal satu kalimat yang sering banget diucapkan pemilik bisnis: "Lebih cepat kalau saya yang kerjakan sendiri."
Kelihatannya kalimat ini soal efisiensi. Tapi menurut Suwandi, dampaknya jauh lebih buruk: tim jadi nggak pernah belajar mengambil keputusan, dan ukuran bisnis jadi terbatas seukuran kapasitas perhatian satu orang aja — yaitu si pemilik.
"Kalimat itu kelihatannya soal efisiensi, padahal sebenarnya kita sedang melatih tim untuk tidak pernah mengambil keputusan, dan membatasi kapasitas bisnis pada perhatian kita sendiri," ujarnya.
Suwandi menutup sesi dengan ajakan refleksi sederhana: pengusaha perlu rutin tanya ke diri sendiri, "Di bagian mana posisi saya justru menghambat pertumbuhan bisnis saya sendiri?"
Karena, kata Suwandi, bisnis yang sibuk belum tentu bisnis yang maju.